backpacking hari#9
April 13th, 2008[23 maret 2008] hari terakhir backpacking
.: tulisan kesembilan dari sembilan tulisan :.
Hari ini pagi pagi sekali aku seharusnya sudah sampai di KLCC untuk mengantri tiket gratis untuk naik ke SkyBridge Petronas Twin Towers. Tetapi karena bangun agak kesiangan, sekitar jam 9 aku baru sampai di KLCC. Dan benar saja, antrian sudah sangat panjang, tapi lagi-lagi aku beruntung karena masih mendapatkan tiket SkyBridge walaupun tiket untuk pukul 5 sore.
Setelah mendapatkan tiket, aku dan teman-teman kembali menggunakan moda monorail ke KL Sentral. Rencananya di KL Sentral aku akan membeli paket perjalanan ke Genting Highland, salah satu taman rekreasi yang terletak di dataran tinggi Genting. Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Genting memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Tetapi masalah datang ketika aku membeli paket Genting di KL Sentral, ternyata ada masalah penjadwalan sehingga aku hanya bisa membeli jadwal pulang pukul 2 siang, padahal aku baru sampai disana sekitar pukul 1 siang. Akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk naik taksi ke Genting dan batal membeli paket yang ada. Sopir taksi ternyata cukup baik dan memberikan kami beberapa informasi tentang pariwisata di Malaysia. Dia juga mengajakku mampir di Galeri Cokelat dalam perjalanan menuju Genting. Aku membeli beberapa paket cokelat untuk oleh-oleh teman di Jakarta.
Ketika mendekati Genting sudah mulai terlihat bahwa taman rekreasi ini berada pada dataran tinggi. Daerah pengunungan dengan hutan hujan tropis ini dibiarkan sebagaimana aslinya dan tidak sampai 20 persen area yang digunakan untuk membangun taman bermain. Sesampai di puncak yang dijadikan taman bermain dan Hotel, keramaian mulai terlihat. Sebenarnya dari segi permainan, Dunia Fantasi Ancol masih jauh lebih bagus, keunikannya mungkin hanya terletak pada lokasinya. Genting Highlands terletak di ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut sedangkan Dunia Fantasi terletak di tepi laut. Karena ketinggiannya, lokasi ini tertutup kabut ketika aku berada disana, suhunya pun menjadi sangat dingin.
Aku makan siang soup hangat di food center Genting. Setelah cukup berkeliling disana, aku berniat untuk kembali ke Kuala Lumpur pada pukul 3 sore. Serunya, untuk turun ke terminal bus yang akan mengantarku ke Kuala Lumpur, aku harus menggunakan Cable Car dari puncak melewati hutan hujan tropis dengan pepohonan lebat dan jurang-jurang yang ada. Cukup mengerikan juga bagi yang takut ketinggian tetapi pengalaman yang seru juga.
Sesampainya di terminal aku membeli tiket bus ke Kuala Lumpur seharga 3 MYR dan tak lama kemudian aku sudah tertidur dalam bus yang melaju salama 2 jam menuju KL Sentral. Dari monorail KL Sentral aku kembali ke stasiun monorail Bukit Nanas untuk kembali menuju Petronas Twin Towers karena pukul 5 aku akan mendapatkan giliran untuk narik ke SkyBridge Twin Towers. Selama menunggu giliran aku masuk ke dalam ruang pameran yang menampilkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Menara kembar setinggi 452 meter ini. Dari masa pembuatannya, segala sistem yang terintegrasi dengannya, ilmu2 fisika dan engineering yang terkait dengannya dan informasi penting dan menarik lainnya.
Tepat pukul 5.15 sore, semua turis yang telah memiliki tiket untuk jadwal tersebut dipersilahkan masuk ke sebuah ruangan mirip bioskop dan dipersilahkan menonton tayangan 3 dimensi yang berisi informasi tentang Petronas Twin Towers. Setelah 15 menit menonton tayangan tersebut semua dipersilahkan menaiki lift berkecepatan tinggi untuk menuju Skybridge yang merupakan jembatan penghubung tower 1 dan 2 yang berada di lantai 41. Aku diberi kesempatan selama 10 menit untuk berjalan di Skybridge dan berfoto. Aku juga bertemu dengan rombongan dari Bandung yang juga sedang naik ke Skybridge.
Pemandangan kota Kuala Lumpur yang memiliki banyak kesamaan dengan Jakarta tampak terlihat dari Skybridge ini. Saat itu tampak langit mendung dan beberapa saat kemudian hujan turun disertai petir. Suara petir cukup keras dari Skybridge ini, bahkan salah seorang wisatawan sedikit khawatir dan bertanya pada guide. Setelah 10 menit, semua wisatawan dipersilahkan turun kembali menggunakan lift, dan selesailah kunjungan ke Skybridge sekitar pukul 6 sore lebih.
Karena aku dan Asep harus mengejar pesawat pukul 9 malam, dan letak bandara yang jauh, aku dan Asep segera kembali ke hostel untuk check out. Sedangkan Indra masih bisa menikmati kota Kuala Lumpur hingga keesokan harinya karena dia menggunakan pesawat keesokan paginya untuk kembali ke Jakarta. Setelah berpamitan kepada pemilik hostel yang ramah, aku segera menuju KL Sentral untuk mencari airport bus.
Setibanya di bandara, ternyata hujan lebat dan petir semakin kencang, menyebabkan penerbanganku menuju Jakarta ditunda hingga pukul 12 tengah malam. Aku sempat makan malam di bandara dan keluar masuk beberapa tempat perbelanjaan di bandara untuk membeli oleh-oleh. Setelah counter check in dibuka dan lolos pemeriksaan imigrasi, aku segera menuju ruang tunggu yang ternyata telah penuh dengan orang-orang dari Jakarta yang usai menonton F1 hari ini. Hampir semua orang mengenakan pernak-pernik F1. Aku hanya bisa berniat dalam hati, suatu saat nanti aku harus kembali ke Malaysia untuk menonton seri F1 di sirkuit Sepang.
Pukul 2 pagi pesawat yang membawaku dari Kuala Lumpur landing dengan selamat di Soekarno Hatta International Airport Jakarta. Besok pagi pekerjaan kantor yang tertunda sudah menungguku. Dan yang jelas negara-negara lainnya juga sudah menunggu untuk kukunjungi dengan backpacking, mungkin melihat kuil-kuli di Kyoto Jepang, Taj Mahal di India, atau Angkor Wat di Kamboja. Saatnya kembali bekerja, menabung dan berdoa agar masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk melihat sisi-sisi lain dari dunia ini.
Foto-foto Kuala Lumpur selengkapnya bisa dilihat di album picasa ku.












