[21 maret 2008] surga lain di dunia
.: tulisan ketujuh dari sembilan tulisan :.
Pagi ini aku harus segera bangun dan mandi, karena pukul 7 pagi van dari tour ke Phi Phi Island akan menjemputku. Sambil menunggu jemputan aku membeli sarapan di dekat hostel. Tepat waktu sebagaimana yang mereka janjikan, jemputan tiba di depan hostel. Ternyata aku, Asep, dan Indra merupakan orang pertama yang dijemput. Setelah kami, sopir menjemput wisatawan lain yang juga mengambil paket yang sama. Setelah penuh berisi aku, Asep, Indra, 2 cewek cantik asal Germany, 2 orang cowok bule Amerika, dan 2 orang asal India yang sepertinya kaya dan sedang berbulan madu, segera dibawa menuju pelabuhan tempat berlabuhnya speed boat yang akan membawa kami tour.
Sepanjang perjalanan aku hanya bisa mengira-ngira keindahan kepulauan Phi Phi yang sering aku lihat di foto-foto, blog, majalah wisata, atau pamflet wisata yang sudah kubaca. Selain itu juga dari film The Beach dengan tokoh utama Leonardo DiCaprio yang mengambil lokasi di Maya Bay, salah satu pulau terpencil di Phi Phi.

Perjalanan dari pelabuhan di Phuket menuju Kepulauan Phi Phi memakan waktu lebih dari sejam. Tetapi dengan keindahan pemandangan yang ada dan pelayanan terbaik dari provider tour seharga 1800 THB, perjalanan terasa sangat menyenangkan. Satu speed boat berisi sekitar 30 orang, campuran dari berbagai macam warna negara, sebagian dari Eropa, Amerikan, Timur Tengah, Korea, India dan tentunya kami yang dari Indonesia.
Pemberhentian yang pertama adalah Maya Bay, lokasi pembuatan film The Beach. Speed boat merapat ke teluk tak berpenghuni di pulau Phi Phi Ley yang airnya berwarna hijau bening ini. Pemandangan pantai dengan airnya yang indah, ditambah karang karang yang seolah muncul dari dasar laut, pasirnya yang putih dan halus, serta ikan-ikan berwarna warni yang ada di pantai benar benar membuat pulau ini seperti surga lain di dunia. Sayangnya, semakin terkenalnya tempat ini membuat pantai yang awalnya sepi ini menjadi ramai sekali oleh wisatawan asing, tetapi untungnya kebersihan masih terjaga di teluk ini.

Sekitar 30 menit aku diberi waktu untuk menikmati keindahan Maya Bay oleh tour operator Phuket Siam Seacanoe. Setelah itu semua peserta dipanggil kembali untuk melanjutkan tour ke lokasi kedua, Viking Cave dan Monkey Beach. Viking Cave ternyata adalah sebuah goa karang di tepi laut yang banyak digunakan untuk berburu sarang walet. Sedangkan di MOnkey Beach, speed boat akan merapat beberapa menit untuk memberikan kesempatan bagi peserta tour untuk memberi makan para kera yang bergelantungan di atas pohon bakau di tepi laut. Monyet-monyet itu dengan sigap menangkap pisang yang dilemparkan para wisatawan.
Di lokasi berikutnya, di suatu titik di laut lapas, speed boat berhenti selama 30 menit untuk memberikan kesempatan bagi para peserta untuk snorkeling. Pemandangan bawah laut di kepulauan ini benar benar sangat indah. Ikan-ikan berwarna-warni segera mendekatiku tanpa takut. Karena itu waktu yang diberikan serasa kurang, tetapi tor operator berkata bahwa nanti di pulau terakhir akan diberikan waktu sekitar 2 jam untuk snorkeling sampai puas.

Tepat tengah hari ketika speed boat merapat di Phi Phi Don, salah satu pulau berpenghuni di kepulauan Phi Phi. Disini aku dan peserta lainnya dilayani makan siang disebuah Seafood Restaurant di tepi pantai Phi Phi Don. Dengan seafood yang merupakan kegemaranku ditambah suasana restaurant yang cozy membuatku merasakan salah satu makan siang yang ternikmat. Setelah makan aku dipersilahkan untuk berkeliling di sekitar pulau yang ternyata banyak dihuni warga muslim Thailand.
Pemberhentian terakhirku adalah sebuah pulau yang kudengar bernama Raya Island. Disini peserta tour dipersilahkan untuk snorkeling, berenang atau sekedar bersantai sambil berjemur hingga pukul 3 sore. Aku snorkeling di sekitar pulau ini hingga benar benar puas. Ikan disini berwarna warni dan sangat banyak, ketika diberi roti mereka akan berlompatan ke permukaan untuk makan, benar-benar menarik.

Pukul 3 sore tour operator memanggil semua peserta untuk kembali ke pelabuhan di Phuket. Sepanjang perjalan pulang di speed boat, dapat kulihat muka-muka gembira dari semua peserta tour. Ternyata keindahan yang kami nikmati dan pelayanan yang kami dapatkan selama tour jauh lebih berharga dari yang kami bayar.Sesampainya di pelabuhan di Phuket, van yang akan mengantar kami kembali ke hostel telah siap. Sepanjang perjalanan ke hostel sebagian besar penumpang tertidur karena kelelahan.
Malam hari itu aku makan di food center di dekat hostel, karena ini malam terakhir di Thailand, aku memesan masakan khas Thailand, Tom Yum Soup dengan porsi jumbo seharga 40 THB. Benar benar lezat didampingi dengan minuman es kelapa muda. Setelah makan, kembali aku menikmati keramaian malam Patong area. Tak lupa juga membeli beberapa kaos dan souvenir untuk teman-teman di Indonesia.
Foto-foto Phuket selengkapnya bisa dilihat di album picasa ku.