wisamba.onthispla.net

wisamba.onthispla.net
my journey on this planet

backpacking hari#4

March 31st, 2008

[18 maret 2008] indahnya budaya thailand

.: tulisan keempat dari sembilan tulisan :.

Sebelum memulai eksplorasi kota Bangkok di hari kedua, Indra menelpon seorang backpacker asal Jepang yang dia kenal sehari sebelumnya ketika menunggu airport bus di Suvarnabhumi airport. Karena dia traveling sendiri dengan bahasa inggris khas japanesse a.k.a kacau, kami mengajaknya traveling bersama selama kami di Bangkok. Sehingga bertambahlah satu anggota baru selama backpacking di kota yang dibelah sungai Chao Phraya ini.

Chao Phraya River

Dari hostel menuju sungai, aku naik BTS atau Skytrain dari Stasiun BTS Sala Daeng dekat hostel, ke BTS Saphan Thaksin. Di dekat BTS Saphan Thaksin berdiri Sathorn Pier yang merupakan dermaga awal tempatku naik boat. Pukul 9 pagi aku telah berada di atas tourist boat yang berlayar diatas sungai Chao Phraya. Harga tiketnya 100 THB untuk seharian naik turun di berbagai Pier / dermaga.

Pemberhentian pertamaku adalah Maharaj Pier, di dekat pier inilah Grand Palace, istana kebanggaan Thailand, berada. Keindahan istana ini telah menjadikannya salah satu kompleks istana yang paling sering dikunjungi di dunia. Dan terbukti ketika aku kesana, ada ribuan orang mengantri untuk masuk ke dalamnya. Arsitektur khas thailand dengan corak yang serba keemasan dan kerlip cahaya dari pantulan kaca warna dan porselain membuat istana yang sangat luas ini merupakan tempat yang saya anggap paling memorable di Bangkok.

The Grand Palace

Walau panas terik, aku tetep bisa menikmati berkeliling kompleks Grand Palace, tentunya dengan ditemani botol-botol air mineral dan softdrink. Grand Palace selesai kujelajahi, aku dan teman-teman makan siang di sebuah restoran di daerah pasar, beberapa blok dari Grand Palace. Dengan bahasa tarzan a.k.a tunjuk-tunjuk menu karena ternyata pelayan disana tidak bisa berbahasa inggris, aku memesan seporsi noodle soup, tentunya setelah yakin kalau menu itu halal. Spot selanjutnya yang akan aku datangi adalah wat pho, sebuah temple tempat budha tidur raksasa, lokasinya tidak begitu jauh dari Grand Palace. Hanya berjarak satu pier setelah maharaj pier, yaitu Tien Pier. Patung budha itu ternyata memang sangat besar dan berlapis emas. Posisinya sedang berbaring, dengan telapak kakinya yang berhiskan potongan kerang laut. Sebuah karya seni yang mengagumkan.

Reclining Budha in Wat Pho Thailand

Dari Tien Pier, aku menyeberang menuju pier di dekat Wat Arun atau Temple of Dawn, sebuah temple yang terlihat sangat indah ketika fajar. Nuansa Wat Arun sedikit berbeda dari temple yang berada di kompleks Grand Palace. Wat Arun dihiasi porselain berwarna putih, dan memiliki beberapa tingkatan. Aku naik menuju tingkat 2 melalui tangga yang cukup curam. Dari atas, terlihat keindahan dan kesibukan sungai Chao Phraya yang memebelah kota Bangkok. Kompleks Grand Palace dan Wat Pho juga terlihat dari sini.

Dari Wat Arun, aku kembali menyebrang ke Tien Pier untuk menunggu boat yang menuju ke Phra Arthit Pier. Tidak banyak yang bisa dilihat di sekitar Phra Arthit, hanya sebuah taman dengan Phra Sumeru Fortress yang sedang direnovasi. Aku kemudian langsung menuju Ratchawongse Pier. Dari pier ini aku menuju Chinatown / Yaowaraj. Seperti layaknya chinatown di kota lain, chinatown di bangkok juga dipenuhi oleh pertokoan yang dimiliki oleh keturunan tionghoa, kebanyakan toko makanan dan emas.

Karena hari telah sore, aku segera mencari stasiun MRT terdekat, yaitu MRT Hua Lampong yang terletak di dekat staiun kereta api Hua Lampong. Dari MRT Hua Lampong, aku menuju MRT Lumphini. Seperti malam sebelumnya, aku makan malam dan membeli berbagai macam snack khas bangkok di food center Suan Lum Night Bazaar. Malam ini memang aku dan teman-teman khususkan untuk berbelanja oleh-oleh khas Thailand di bazaar. Di bazaar ternyata aku bertemu dengan beberapa orang Indonesia yang sedang ikut seminar di Bangkok. Jam menunjukkan pukul 10 malam ketika aku kembali ke hostel untuk beristirahat.

Foto-foto Bangkok selengkapnya dapat dilihat di album picasa ku.

One Response to “backpacking hari#4”


  1. […] Cerita jalan-jalan di Bangkok ini terlalu panjang, jadi saya bagi dua babak, bersambung yaa… Untuk cerita perjalanan di Bangkok yang lebih lengkap dan kronologis, silahkan mampir ke blog teman saya (Backpacking hari#3, Backpacking hari #4) […]

Leave a Reply

Name

Mail (never published)

Website